Gelar kenduri Di Tengah Pandemi
GELAR KENDURI DI TENGAH PANDEMI
Sumber : acara kenduri di desa sanggrong
TRADISI – Warga desa sanggrong tetap melaksanakan tradisi kenduri atau selamatan di tengah pandemi virus corona. Acara ini digelar untuk mengirim doa dan menghormati leluhur. Rabu (15/4/2020). (Rizka)
WONOGIRI, BERITA RAKYAT – Salah satu warga desa sanggrong (bapak Siyat) tetap menggelar kenduri ditengah wabah virus corona (covid-19). Acara kenduri tetap digelar untuk menghormati dan mengirim doa kepada arwah leluhur. Acara tersebut hanya mengundang 4 orang warga desa Sanggrong, Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Rabu (15/4/2020) pukul 19.00 WIB.
“kenduri merupakan tradisi turun temurun yang biasa dilaksanakan. Sehingga acara ini tetap digelar dengan tetap mematuhi aturan dari pemerintah. Karena memang acara ini sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. kenduri dilaksanakan untuk menghormati dan mengirim doa kepada leluhur. Namun karena adanya wabah yang terjadi di indonesia saat ini, acara ini hanya mengundang empat orang tamu saja. Tamu tersebut merupakan tetangga yang sudah dipastikan tidak terjangkit virus corona maupun sebagai pelaku ODP dan PDP. Tamu tersebut hanya orang–orang yang bekerja disawah setiap harinya.” Ujar pemilik acara kenduri, bapak Siyat yang diwawancara di tempat acara kenduri.
Bapak Siyat mengatakan, acara kenduri digelar dirumahnya dan sudah difasilitasi tempat untuk cuci tangan dan sabun. Sehingga siapapun yang ingin masuk rumah dimana acara tersebut digelar harus cuci tangan terlebih dahulu. Dengan tidak mengurangi niat untuk mengirim doa kepada leluhur, acara kenduri tetap digelar. Meskipun menggunakan metode yang berbeda dari biasanya, yaitu dengan menyesuaikan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak dan melakukan pembatasan sosial berskala besar demi mencegah penularan virus corana.
Biasanya kenduri dilaksanakan dengan menghadirkan tamu undangan kurang lebih lima belas orang dan acara digelar mulai pukul 19.00 - 20.00 WIB . Namun karena adanya wabah yang terjadi saat ini, acara tersebut hanya mengundang empat orang tetangga saja yaitu pemimpin acara kenduri sebagai orang yang dituakan, pemimpin doa dan dua orang tetangga terdekat dirumah pemilik acara kenduri tersebut. Acara kenduri kali ini hanya berlangsung selama satu jam. Untuk tetangga yang tidak diundang diacara kenduri mendapatkan makanan yang sudah dipersiapkan dalam wadah cething (tempat nasi yang terbuat dari plastik). Ada 12 wadah cething yang dibagikan kepada tetangga. Acara kenduri tetap digelar karena sebagai kebudayaan jawa yang sampai saat ini masih dilestarikan dan sudah menjadi warisan turun temurun, sehingga warga desa sanggrong enggan untuk meninggalkan acara tersebut.
Kenduri atau selamatan, dalam bahasa jawa disebut kenduren merupakan acara untuk memperingati peristiwa tertentu, misalnya syukuran atas terkabulnya harapan, meminta kelancaran atas segala sesuatu yang dihajatkan, mengirim doa untuk leluhur, dan lain sebagainya. Acara turun temurun ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat yang sangat baik karena dengan adanya acara tersebut dapat terjalin kerukunan, saling menghormati, saling berbagi, rasa kebersamaan dan rasa persaudaraan yang kuat.


Komentar
Posting Komentar