LEBARAN TANPA OPEN HOUSE, TAPE KETAN MASIH DISAJIKAN


Lebaran Tanpa Open House, Tape Ketan Masih Disajikan



Di Indonesia Hari Raya Idulfitri 1441 H tidak ada perjumpaan secara langsung saat open house. Adanya pandemi covid-19 menjadikan lebaran pada tahun ini dilakukan secara virtual dirumah masing-masih yaitu melalui media seperti video call.

Berbagai tradisi lebaran yang biasanya dilakukan bersama keluarga dan masyarakat sekitar kini dilakukan secara mandiri dirumah. sehingga tidak terjadi perjumpaan secara langsung dirumah dan hal tersebut membuat makanan dan minuman yang biasanya disajikan dirumah enggan dibuat oleh ibu-ibu rumah tangga. Biasanya setiap daerah memiliki suguhan khas lebaran. Seperti di daerah wonogiri, Salah satu makanan khas lebaran yang menjadi favorit di Wonogiri adalah tape ketan.

Tape ketan adalah makanan hasil fermentasi yang berbahan dasar ketan hitan dan putih. Fermentasi tape ketan menggunakan ragi. Tape ketan memiliki rasa yang manis dan juga segar sehingga cocok dinikmati saat leberan dan berkumpul bersama keluarga setelah satu bulan berpuasa.

Tape ketan yang biasanya dibuat oleh ibu-ibu di Wonogiri adalah tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang. Daun pisang digunakan untuk bungkus tape membuat rasa tape menjadi lebih nikmat dan manis dibandingkan jika tape dibungkus menggunkan plastik atau bahan lain.

Ibu-ibu di wonogiri biasanya membuat tape ketan dua hari sebelum hari raya idulfitri, sehingga tepat dihari raya idul fitri tape ketan sudah masak dan sudah bisa dinikmati.

Ibu maryatun adalah salah satu warga wonogiri yang masih membuat tape ketan untuk dinikmati saat lebaran. Ibu maryataun Mengatakan bahwa meskipun tidak ada open house, membuat tape ketan untuk hari raya lebaran sudah rutin ia lakukan disetiap tahun. Selain hemat biaya dan proses pembuatannya mudah, tape ketan sudah menjadi tradisi makanan yang wajib ada disaat lebaran.

“Disetiap rumah disini pasti membuat tape ketan. Biasanya tape ketan dibuat dua hari menjelang lebaran. Sehingga disaat lebaran tape sudah masak dan siap dihidangkan” penjelasan ibu Maryatun saat ditemui dirumahnya. Selasa, 2/6/2020.

Berikut adalah cara pembuatan tape ketan
Bahan :

500 gram ketan hitan
500 gram ketan putih
2 keping ragi untuk fermentasi
Daun pisang secukupnya untuk bungkus tape ketan
Tusuk gigi untuk menyematkan secukupnya

Cara pembuatan :

Ketan hitam dan putih jadikan dalam satu wadah dan cuci hingga bersih
Rendam ketan selama semalam
Cuci kembali ketan yang sudah direndam dan tiriskan selama 30 menit
Siram ketan tersebut dengan air mengalir dan tirskan lagi
Masak  ketan dengan cara dikukus selama 30 menit
Selama menunggu ketan masak, haluskan ragi hingga menjadi bubuk
Setelah ketan masak, angkat dan taruhlah di dalam wadah yang sudah beralas daun pisang
Diamkan ketan hingga dingin
Setelah ketan dingin, taburkan ragi yang sudah dihaluskan diatasnya.
Aduk ketan dan ragi tersebut hingga tercampur rata menggunakan sendok bersih atau sarung tangan bersih
Jika ketan sudah tercampur rata dengan ragi, ketan siap dibungkus kecil-kecil menggunakan daun pisang.
Ambil satu sendok makan ketan dan bungkus dengan daun pisang.
Tutup bungkusan tersebut dengan tusuk gigi untuk menyematkan
 Lakukan hingga ketan habis terbungkus daun pisang dengan porsi yang kecil-kecil
Masukkan bungkusan tape ketan kecil-kecil tersebut kedalam panci yang sudah beralas daun pisang
Tutup rapat panci tersebut dan tunggu selama dua hari hingga tape ketan sudah masak
Setelah dua hari, ambil tape ketan yang masih tebungkus daun pisang kecil-kecil dan taruhlah diatas piring cantik
Tape ketan siap disajikan

Ciri-ciri tape ketan yang sudah masak adalah terasa manis, sedikit berair, ketan menjadi empuk dan lembek. Daun pisang mulai layu atau berwarna kecoklatan juga menjadi tanda jika tape ketan sudah masak.

Jika lebaran tiba dan akan open house Ibu maryatun bisa membuat tape ketan hingga 100 bungkus kecil-kecil. Namun karena lebaran saat ini tidak open hause, beliau hanya membuat 70 bungkus tape ketan. Tape ketan tersebut hanya untuk konsumsi sendiri dan sebagian dibagi dengan tetangga sekitar. Meskipun tidak open house, tape ketan masih terasa nikmat ketika dimakan bersama-sama keluarga dirumah.

Komentar

Postingan Populer