Wonogiri Pasti Memaksimalkan Ronda
Wonogiri Pasti Memaksimalkan Ronda
Wonogiri-pemerintah kabupaten wonogiri akan memaksimalkan
kegiatan ronda untuk mencegah penyebaran corona pada minggu (2/5).
Sejak adanya himbauan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar
Pranowo pada kamis (2/4), pemerintah kabupaten wonogiri mengajak warganya untuk
memaksimalkan kegiatan ronda setiap malam. Meskipun wonogiri belum ada korban
dari aksi pencurian tersebut, masyarakat wonogiiri diimbau untuk tidak panik
dan tetap waspada.
Menurut warga wonogiri, kegiatan ronda sudah dilakukan sejak
sabtu (25/4) oleh bapak-bapak desa setelah mendengar berita adanya aksi pencurian yang terjadi
dibeberapa wilayah sekitar wonogiri seperti sukoharjo, seragen, boyolali dan
klaten. Sehingga warga bergotong-royong melakukan ronda setiap malam.
Di tengah wabah virus corona, masyarakat wonogiri diminta
untuk tetap melakukan protokol kesehatan. Tetap menjaga jarak dan meningkatkan
imunitas tubuh. Untuk kegiatan ronda dimaksimlkan dengan mengidupkan kembali
budaya jimpitan, menggunkaan kentongan untuk berkomunikasi, dan adanya
penutupan jalan di perbatasan desa.
Warga digilir untuk keliling melaksanakan ronda. Setiap malam
tercatat ada 2 orang warga yang berkeliling dan hanya ada lima orang untuk jaga
di pos kamling atau titik kumpul. Setiap warga yang mendapat tugas berkeliling
desa harus mengambil uang yang sudah disiapkan disetiap rumah. uang diletakkan
dipegar depan rumah. Inilah yang disebut budaya jimpitan. Uang tersebut
digunakan untuk membeli air minum dan gorengan untuk kebutuhan konsumsi bagi
warga yang sedang bertugas ronda malam. Setipa rumah ditarik iuran Rp.500/hari untuk
budaya jimpitan tersebut.
Selain itu warga juga memanfaatkan kentongan untuk alat
berkomunikasi, kentongan digunakan ketika mengajak warga yang mendapat giliran
ronda untu segera bertugas dan ketika ada sesuatu yang mencurigakan terjadi. Sebagai upaya kemaanan desa, dilakukan penutupan jalan
diperbatan desa sehingga tidak ada
kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang melintas di jalan tersebut.
sehingga harus melewati jalan utama pada desa tersebut. penutupan jalan dibuat
warga desa menggunkan bambu panjang sebagai palang pintu jalan tersebut.



Komentar
Posting Komentar