Wonogiri Pasti Memaksimalkan Ronda



Wonogiri Pasti Memaksimalkan Ronda

Warga Purwantoro, kabupaten wonogiri berjaga di pos kamling (1/5/2020)


Wonogiri-pemerintah kabupaten wonogiri akan memaksimalkan kegiatan ronda untuk mencegah penyebaran corona pada minggu (2/5).

Sejak adanya himbauan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada kamis (2/4), pemerintah kabupaten wonogiri mengajak warganya untuk memaksimalkan kegiatan ronda setiap malam. Meskipun wonogiri belum ada korban dari aksi pencurian tersebut, masyarakat wonogiiri diimbau untuk tidak panik dan tetap waspada. 

Menurut warga wonogiri, kegiatan ronda sudah dilakukan sejak sabtu (25/4) oleh bapak-bapak desa  setelah mendengar berita adanya aksi pencurian yang terjadi dibeberapa wilayah sekitar wonogiri seperti sukoharjo, seragen, boyolali dan klaten. Sehingga warga bergotong-royong melakukan ronda setiap malam. 

Di tengah wabah virus corona, masyarakat wonogiri diminta untuk tetap melakukan protokol kesehatan. Tetap menjaga jarak dan meningkatkan imunitas tubuh. Untuk kegiatan ronda dimaksimlkan dengan mengidupkan kembali budaya jimpitan, menggunkaan kentongan untuk berkomunikasi, dan adanya penutupan jalan di perbatasan desa.  


Warga digilir untuk keliling melaksanakan ronda. Setiap malam tercatat ada 2 orang warga yang berkeliling dan hanya ada lima orang untuk jaga di pos kamling atau titik kumpul. Setiap warga yang mendapat tugas berkeliling desa harus mengambil uang yang sudah disiapkan disetiap rumah. uang diletakkan dipegar depan rumah. Inilah yang disebut budaya jimpitan. Uang tersebut digunakan untuk membeli air minum dan gorengan untuk kebutuhan konsumsi bagi warga yang sedang bertugas ronda malam. Setipa rumah ditarik iuran Rp.500/hari untuk budaya jimpitan tersebut. 

Selain itu warga juga memanfaatkan kentongan untuk alat berkomunikasi, kentongan digunakan ketika mengajak warga yang mendapat giliran ronda untu segera bertugas dan ketika ada sesuatu yang mencurigakan terjadi. Sebagai upaya kemaanan desa, dilakukan penutupan jalan diperbatan desa sehingga  tidak ada kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang melintas di jalan tersebut. sehingga harus melewati jalan utama pada desa tersebut. penutupan jalan dibuat warga desa menggunkan bambu panjang sebagai palang pintu jalan tersebut.

Komentar

Postingan Populer