Catatan Pengalaman Nakes di Masa Pandemi Covid-19

 

Kurniawan, Perawat Kota Solo. Foto : Dokumentasi Pribadi kurniawan 


Solo, (17/11/2020) tenaga kesehatan (nakes) menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi covid-19. Hal ini tentunya menjadi pengalaman menarik bagi nakes diseluruh dunia. Bapak Kurnawan, sebagai  salah satu perawat di kota solo berkesempatan membagikan pengalaman selama beliau bekerja di masa pandemi covid-19 dalam pertemuan kami saat wawancara via video call pada hari senin 16 November 2020.

Selama bekerja di salah satu perawat Rumah Sakit Solo, bapak kuniawan banyak mendapat pengalaman, pelajaran, dan arti penting kesehatan. Bapak kurniawan sudah bekerja menjadi perawat selama 5 tahun. Namun pada tahun 2020 ini memang terjadi kondisi yang perlu diwaspadai. 

"Dengan adanya pndemi virus corona dibutuhkan kerja sama dari semua lapisan masyarakat. tidak hanya nakes saja. tentu kerja sama antara peemerintah, masyarakat umum, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan dan harus konsisten. Namun, saya rasa untuk beberapa bulan terakhir ini banyak masyarakat yang sudah terlena. Banyak yang lupa tidak memakai masker, banyak masyarakat yang berbondong-bondong berwisata dan sebagainya. hal seperti ini pasti akan membuka klaster baru." kata bapak kurniawan (17/11/2020)

Beliau melanjutkan penjelasannya, bahwa masyarakat tidak boleh bergantung pada vaksin corona, karena yang pertama mendapat vaksin adalah nakes, TNI, pelayan publik, guru dan keluarga pasien positif corona . prioritas penerimaan vaksin tersebut dipilih demi kesehatan mereka saat bekerja dilapangan.

Bapak kurniawan menjelaskan bahwa selama pandemi, ada beberapa peraturan yang wajib ditaati oleh setiap tenaga kesehatan seperti selalu menggunkan masker medis lebih dari satu. Jika sebelum pandemi masker yang digunkan cukup 1 namun selama pandemi menggunkan 2 masker. kadang juga masih ditambah face shield. Selain memperhatikan alat pelindung diri (APD) ada aturan diluar jam kerja yang harus ditaati. Aturan tersebut yaitu ketika hari libur, perawat dilarang untuk mendekati kerumunan seperti liburan keluar kota atau melakukan perjalanan jauh yang tentunya akan membayakan kesehatan perawat maupun orang-orang disekitar. Karena mengingat perawat sebagai orang yang melakukan kontak dengan pasien dan bekerja dalam lingkungan yang rawan tertular virus corona. sehingga tenaga kesehatan yang harusnya bisa melindungi pasien jangan sampai malah menularkan virus kepasien. selain itu, perawat juga mendapat tambahan vitamin dan suplemen dari pihak rumah sakit untuk menjaga kesehatan perawat agar tetap prima sehingga dapat bekerja dengan baik.

"Peraturan tersebut, ada sukanya namun ada pula dukanya. Sukanya sebenanya hampir tidak ada selain bersyukur. namun dukanya sudah pasti ada seperti tidak diperbolehkannya perawat untuk mendekati kerumunan jadi benar-benar dijaga ketat riwayat perjalanan perawat dan pasti tidak bisa berkumpul dengan keluarga, liburan dengan keluarga meskipun diikuti dengan menjaga protokol kesehatan. karena apabila melanggar akan ada sangsi untuk perawat tersebut yang pastinya akan mengancam pekerjaan perawat." lanjut penjelasan dari bapak kurniawan. 

Peraturan dibuat tidak untuk dilanggar. Meskipun bapak kurniawan tidak tidak menangani langsung pasien yang positif civid-19 tetapi pasien dengan sakit tertentu bisa saja ternyata sudah positif covid-19 dan pada kenyataannya banyak pasien yang akan berobat kemudian dilakukan swab test ternyata hasilnya positif covid-19. Itulah mengapa tenaga kesehatan harus bisa menjaga diri sendiri untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain 

"Ada cerita menarik, jadi ketika saya pulang kerja ada tetangga saya yang melihat saya pasti langsung masuk kedalam rumah. mereka takut jika tertular virus karena perawat sering dianggap orang ysng membawa virus. dan  saya selalu melihat kejadian seperti ini setiap pulang kerja. ya sepasti ada perasaan sedih. seolah-olah saya ini buruk sekali sampai-sampai hanya melihat saya pun takut. Dan sebenarnya saya sendiri juga takut dengan virus itu, perasaan was-was pasti ada. takut tertular virus atau menularkan virus, tapi saya optimes saja. Tidak apa-apa saya ikhlas bekerja ikhlas untuk kesehatan masyarakat indonesia." kata bapak kurniawan sambil tersenyum

Padahal, tenaga kesehatan seperti perawat juga sama seperti masyarat umum lainya. mereka hanya menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya dan tidak perlu ditakuti, Namun stigma masyarakat yang negatif ini sering membuat masyarakat sering memperlakukan tenaga kesehatan dengan cara yang tidak baik. bukankah justru mereka (tenaga kesehatan) yang saat ini menjadi pahlawan? menjadi orang yang paling dibutuhkan bukan dikucilkan. 

"Mari kita satukan hati, satukan kekuatan dan tetap semangat kita lawan covid-19 dan untuk masyarakat indonesia tetap patuhi ptotokol kesehatan. jangan lupa pskai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, jangan lengah, ingat! corona masih ada!" pesan dari bapak kurniawan untuk seluruh masyarakat Indonesia.


Komentar

Postingan Populer