Dilema kaum sarjana
Di usia 20 an merupakan usia yang sangat menentukan bagi sebagian manusia. karena pada usia ini, kita masih memiliki semangat yang tinggi dan energi yang besar. Namun pada usia ini juga menjadi masa-masa sulit karena di usia inilah yang akan menentukan masa depan kehidupan manusia selanjutnya. sebenarnya sulit atau tidaknya masa usia 20 an tergantung dari manusia itu sendiri memandang dan mempersiapkan kehidupan.
Di masyarakat kita umumnya usia 20 an merupakan usia yang memiliki banyak tuntutan sosial dan kehidupan pribadi. Sehingga tak heran jika pada usia ini manusia sering "galau" karena adanya suatu masalah atau tekanan dalam hidup. masalah tersebut antara lain perihal kuliah, bekerja, dan menikah. kita sering merasa bimbang memilih diantara ketiga hal tersebut atau justru kita harus merasa siap ketika ketiga hal tersebut masuk dikehidupan kita secara bersamaan. sehingga muncullah pertanyaan, mengapa ketiga hal tersebut bisa terjadi secara bersamaan diusia 20an, berikut beberapa jawabnnya :
1. umumnya diusia 20 an manusia sudah lulus kuliah (Strata 1)
2. tuntutan hidup mandiri (mengharuskan manusia bekerja)
3. perihal asmara (pasangan hidup)
sehingga untuk menghindari atau meminimalisir ke"galau"an yang terajdi diusia 20 an, kita perlu mencoba hal-hal berikut ini :
1. Menyadari kita sudah mulai dewasa sehingga harus bersikap "dewasa" (tahu mana yang baik dan mana yang buruk)
2. Gunakan prioritas yang matang
3. Biasakan untuk bangun pagi dan sisihkan waktu untuk berolah raga
4. kerjakan pekerjaan apapun yang ada disekitarmu, meskipun itu hanya membuang sampah atau menyapu halaman rumah (produktif apapun disekitar kita)
5. mulailah bersosialisasi dengan tetangga atau orang-orang disekitar yang usianya lebih tua (dewasa). kamu bisa mengikuti acara-acara sosial ditempat kalian tinggal, ini akan meningkatkan kedewasaan kamu dan rasa sosial kamu di masyarakat.
6. jangan bangga dengan rasa galau atau kegagalan yang kamu miliki, cukup itu disimpan secara pribadi dan jadikan pelajaran pribadi. (jangan menunjukkan rasa "galau" di media sosial)
7. mengingat usia yang sudah "dianggap" dewasa sehingga kita perlu meyadari siapa yang menciptakan kita, (berdoa dan meminta restu orang tua)


Komentar
Posting Komentar